Beredar Info Layani Vaksin Covid-19 Berbayar Rp2,1 Juta, Ini Penjelasan RS Pelni

0
239

Vaksinasi Covid-19 massal tengah gencar dilakukan Indonesia demi menekan angka penyebaran virus. Hadir dalam 2 skema yaitu gratis dan mandiri, namun Vaksinasi Covid-19 ditegaskan gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Kendati demikian, beredar poster atas nama Rumah Sakit Pelni, atau anak usaha BUMN PT Pelni, yang isinya melayani vaksinasi berbayar hari ini, Selasa (2/2).

Dalam poster tersebut, tercantum berbagai jenis vaksin dan harganya, misalnya Sinovac seharga Rp240 ribu per dosis, Pfizer Rp350 ribu per dosis hingga Sinopharm Rp2,1 juta per dosis.

Manajemen PT Pertamina Bina Medika IHC selaku Holding RS BUMN menanggapi beredarnya informasi ini.

“Dapat kami sampaikan bahwa RS Pelni tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengadaan vaksin. Melihat banyaknya kesalahpahaman yang timbul atas informasi tersebut kami memutuskan untuk menarik informasi tersebut,” demikian dikutip dari keterangan resmi Pertamina Bina Medika.

Manajemen holding RS BUMN ini juga membantah informasi harga yang tercantum dalam poster tersebut.

Bukan Informasi Resmi

Informasi tersebut bukan merupakan informasi resmi karena sampai hari ini, program vaksin yang berjalan adalah program vaksin pemerintah yang diberikan secara gratis dengan menggunakan produk vaksin Sinovac.

“Sesuai Peraturan Presiden berkaitan dengan pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19, IHC dan grup rumah sakit di bawahnya tidak memiliki wewenang dalam pengadaan vaksin,” tegas manajemen Pertamina Bina Medika.

Adapun, seluruh program vaksin adalah di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan. Hingga saat ini, belum ada peraturan resmi berkaitan dengan program vaksin mandiri.

“Atas kesalahpahaman dan ketidaknyamanan yang timbul, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tandas manajemen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here