Blak-blakan Angelina Sondakh: Sebut DPR Sangat Kotor hingga Ingin Minta Maaf ke SBY

    0
    37

    Theindopost.com- Mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh, blak-blakan soal kasus korupsi yang menjeratnya.

    Sebagaimana diketahui, Angie, begitu sapaan akrabnya, menjalani cuti menjelang bebas (CMB) sejak awal Maret 2022 setelah menjalani hukuman penjara selama 10 tahun.

    Angie ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Wisma Atlet oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 3 Februari 2012.

    Penetapan Angie sebagai tersangka ini berdasarkan pengembangan penyidikan kasus dugaan suap Wisma Atlet yang menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

    Setelah melalui serangkaian persidangan, pada 10 Januari 2013 majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis berupa hukuman 4 tahun 6 bulan penjara terhadap Angie. Ia juga dihukum denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

    Majelis hakim menilai, Angie terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima pemberian uang senilai Rp 2,5 miliar dan 1.200.000 dollar Amerika dari Grup Permai.

    Dalam perjalanannya, di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman Angie. Majelis hakim MA menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan hukuman denda Rp 500 juta.

    Dua tahun berselang, Angie mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA. Akhir 2015, MA mengabulkan permohonan PK tersebut sehingga vonis Angie dikurangi menjadi pidana penjara 10 tahun ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

    Dalam wawancaranya bersama Rosiana Silalahi di acara Rosi Kompas TV, Kamis (31/3/2022), Angie blak-blakan bercerita soal kasus korupsi yang akhirnya menjebloskannya ke penjara.

    DPR sangat kotor

    Sebelum tersandung kasus korupsi, Angie menjabat sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

    Angie mengungkapkan, di masa ia menjabat, DPR adalah tempat yang sangat kotor sehingga sangat mudah melakukan korupsi.

    “Jangan sampai ada yang persume (menganggap) saya mengatakan itu hari ini. Mudah-mudahan hari ini aku berharapnya bersih. Tapi di era saya, DPR itu sangat kotor,” kata Angie.

    Angie pun membenarkan ketika Rosiana Silalahi bertanya padanya mengenai betapa mudahnya seorang anggota DPR, terutama anggota Banggar, mendapatkan uang dari proses-proses negosiasi.

    Dia mengatakan, semua orang yang terkena korupsi pasti berhubungn dengan anggota Banggar DPR.

    Tak perlu mencari sumber dana, banyak pihak akan mencari anggota Banggar untuk menegosiasikan setiap anggaran dari program-program pemerintah.

    “Semua orang yang kena kasus korupsi itu pasti ada hubungannya dengan anggota Banggar. Di mana semua penetapan anggaran ada di situ. Mudah untuk bernegosiasi, orang akan mencari kita,” tutur Angie.

    Tidak korupsi sendiri

    Dalam kasus yang menjeratnya, Angie merasa bahwa dirinya merupakan korban.

    Angie mengakui bahwa dirinya melalukan korupsi. Namun, perbuatan itu tak dilakukannya seorang diri.

    “Aku memang menerima (uang korupsi) walaupun menurut aku, tapi aku tidak melakukan sendiri,” kata dia.

    Angie menegaskan, praktik korupsi ada di mana-mana dan tidak mungkin dilakukan satu orang saja. Ia yakin perbuatan tersebut melibatkan banyak orang.

    “Korupsi di mana-mana, enggak mungkin single figther,” ucap angie.

    “Jadi tiga tahun merenung dan aku give up, aku bilang rasanya sulit mencari orang untuk percaya dan aku terima,” sambung dia.

    Dalam wawancaranya bersama Rosiana, Angie mengungkap alasannya tak membayar uang pengganti sebesar Rp 4,5 miliar dan justru menjalani hukuman kurungan tambahan selama 4 bulan 5 hari.

    Angie mengaku, dirinya harus menggunakan uang yang ia miliki untuk membiayai hidup anak dan orang tuanya.

    “Artinya saya harus membiayai Keanu (anak Angie), harus membiayai orang tua saya. Mau sebanyak apa harta korupsi nggak akan sampai,” katanya.

    Angie mengatakan, demi bertemu sang buah hati, dirinya sebenarnya ingin membayarkan uang pengganti tersebut supaya tak perlu menjalani hukuman kurungan tambahan.

    Namun, dia tidak memiliki uang sebanyak yang disangkakan oleh banyak pihak.

    “Kalau saya ada duitnya saya pengin bayar biar saya cepat pulang,” kata Puteri Indonesia 2001 itu.

    Minta maaf ke SBY

    Angie pun mengaku memiliki keinginan untuk bisa bertemu dengan para senior Partai Demokrat, termasuk Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Sebagaimana diketahui, kasus korupsi yang membelit Angie melibatkan sejumlah kader Partai Demokrat, termasuk Ketua Umum Demokrat kala itu, Anas Urbaningrum.

    “Perlu (bertemu SBY), karena saya ingin berterima kasih,” ucap Angie.

    “Kalau beliau berkenan, kan saya bukan siapa-siapa (lagi),” ungkap dia.

    Angie mengatakan, dirinya ingin bertemu dengan SBY untuk menyampaikan terima kasih dan meminta maaf langsung.

    “Saya ingin minta maaf, berterima kasih karena saya mungkin sudah menjadi kader yang mencoreng (di Partai Demokrat),” kata dia.

    Angie juga mendoakan agar SBY dan keluarganya selalu dalam keadaan sehat.

    “Sekarang saya ikhlaskan dan saya berdoa semoga Pak SBY sekeluarga juga sehat,” kata dia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here