Bunuh Diri, Potongan Tubuh Manusia Timpa Lapak PKL di Jaksel

0
242

Yuliani (31) sama sekali tak menduga lapak jualannya akan menjadi sorotan besar pada Senin (22/3). Sebab sekitar tadi siang terpal penutup lapak tempatnya berjualan kejatuhan potongan tubuh manusia, tepatnya bagian kaki.

Yuliani kala itu tengah menggoreng dagangannya dan tiba-tiba mendengar suara keras dari atap terpal tempatnya berjualan. “Tiba-tiba jatuh saja itu kaki. Saya langsung kabur, suaranya kaya ledakan,” ujar Yuliani kepada Kompas.

Ia bahkan sempat mengira suara serupa ledakan itu selayaknya bom. Namun belakangan terungkap bahwa potongan kaki lah yang jatuh di atas lapak dagangannya dengan kondisi yang cukup mengenaskan, yakni dagingnya berceceran.

Pengusutan pun segera dilakukan pihak berwajib dan ditemukanlah setengah bagian tubuh yang lain di area belakang Mal Ambassador, Kuningan, Jakarta Selatan. “Tubuhnya dekat jalur basement apartemen, jadi memang terpisah dua bagian,” tutur pedagang nasi di sekitar lokasi, Rizal Firdaus.

Polisi sendiri telah melakukan pengusutan dan kini dipastikan mendiang merupakan korban bunuh diri. Kapolsek Metro Setiabudi, AKBP Yogen Heroes Baruno menyatakan korban adalah A (27) dengan jenis kelamin laki-laki yang melompat dari balkon dekat kamarnya di lantai 23.

“Jadi korban diduga melakukan bunuh diri dari lantai 23 Apartemen Ambassador,” papar Yogen di lokasi penemuan potongan kaki. Rupanya korban sempat terbentuk bagian besi pembatas apartemen di lantai 6.

Alhasil paha korban terpental ke luar. “Tubuh lainnya ada di dekat parkiran,” sambung Yogen.

Sejauh ini polisi masih mendalami motif bunuh diri mendiang. Namun Yogen mengungkap, menurut keterangan keluarga, kemungkinan korban bunuh diri karena masalah keuangan.

“Kami masih dalami motif bunuh dirinya,” ujar Yogen. Menurut keluarga, korban memang beberapa waktu terakhir sering terlihat diam.

Mengutip Kompas, A melompat dari lantai 23 dengan cara memanjat balkon tempat penyimpanan AC. “Jadi ini apartemen milik tantenya memang sering kosong. Korban bisa masuk ke dalam. Jadi pada saat itu memang tidak ada orang,” pungkas Yogen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here