Demokrat Akan Direbut Paksa Lingkaran Istana, AHY Minta Klarifikasi Jokowi

0
535
Upaya Rebut Paksa Demokrat Libatkan Istana

The Indopost – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar commanders call atau rapat pimpinan khusus bersama para pimpinan DPD dan DPC partai. AHY menyebut ada upaya gerakan merebut paksa Partai Demokrat oleh orang lingkaran Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Commanders calls tadi rapat DPP membahas hal cukup serius yang cepat atau lambat pasti jadi konsumsi publik dan diketahui oleh masyarakat secara luas,” kata AHY dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakpus, Senin (1/2/2021).

“Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya, yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat,” lanjut AHY.

Dirinya mengaku sudah mendengar sejumlah kesaksian terkait gerakan politik ini. Hasil dari kesaksian dan testimoni menyebutkan ada keterlibatan orang-orang lingkar kekuasaan terdekat Presiden Jokowi.

“Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo,” ucap Agus Harimurti Yudhoyono.

AHY menyebut kesaksian dari gerakan politik ini juga menyebutkan sudah mendapat dukungan dari sejumlah menteri.

“Lebih lanjut gerakan ini juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo,” jelas dia.

AHY mengaku mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam isu ini. Dirinya tidak begitu saja percaya atas kesaksian tersebut. Karena itu, AHY secara resmi mengirim surata kepada Presiden Jokowi.

“Karena itu, tadi pagi saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini,” ucap AHY.

Pelaku dari Gerakan ini, menurut AHY, ada 5 orang yang terdiri dari 1 kader aktif Partai Demokrat, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat karena korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun lalu.

“Sedangkan yang non kader adalah seorang pejabat tinggi pemerintah, yang sekali lagi, sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo,” tukas AHY. (EJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here