Demokrat Sulsel Jalin Silaturahmi Lewat Peringatan Nuzulul Qur’an

0
78
nuzulul qur'an demokrat sulsel

TheIndopost – Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) jalin Silaturahmi melalui peringatan malam Nuzulul Qur’an

jajaran pengurus yang digelar Senin malam, 3 Mei 2021. Hadir Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, H Ni’matullah, SE., Ak, jajaran pengurus dan anggota DPRD Sulsel. Beberapa pengurus DPC se-Sulawesi Selatan juga hadir.

Ni’matullah dalam sambutannya mengingatkan, malam Nuzulul Qur’an menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali ke dasar. Kembali ke basic menjadikan Al-quran yang sebagai pedoman hidup, baik hubungan vertikal kepada Sang Pencipta maupun hubungan horizontal ke sesama manusia.

Dikatakan, selama ini, ada kecenderungan hanya memikirkan diri sendiri. Tidak ada lagi yang memikirkan rakyat. Padahal, sesungguhnya yang paling penting dari kita semua adalah bisa bermanfaat bagi sesama.

“Kita di Partai Demokrat pernah menjadi pemenang. Kita pernah mendudukkan kader terbaik sebagai presiden dan kesempatan itu memang dimanfaatkan untuk mengurus rakyat,” kata Nimatullah, Senin 3 Mei 2021.

Sehubungan dengan itu, Nuzulul Quran ini juga penting untuk menjalin silaturahmi. Ibarat tali, itu penting untuk terus dirajut agar bisa diikat.

“Dengan demikian, kita bisa menjadi lebih kuat dan solid,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga mengingatkan untuk berhenti berambisi. Kembali lah untuk memikirkan rakyat seperti yang menjadi moto partai Demokrat Berkoalisi dengan rakyat. Apalagi di tengah situasi yang serba sulit.

“Jangan hanya berpikir jabatan. Saya mau jadi Ketua DPRD. Setelah itu apa? Mau merampok lagi? Jangan-jangan kita hanya memikirkan diri sendiri. Ini penting saya ingatkan kepada kita semua, bahwa ada rakyat yang harus diurus, harus dipikirkan. Bukan hanya memikirkan diri sendiri,” tegasnya.

Hadir menyampaikan hikmah Nuzulul Qur’an, Ustaz Andi Erwin Baharuddin. Ia menegaskan, Quran memang menjadi sumber pedoman hidup. “Ada 75 persen isi Alquran mengatur soal hubungan sesama manusia. Hanya sedikit yang mengatur hubungan ibadah secara vertikal,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ramadan ini, utamanya 10 malam terakhir adalah saatnya untuk mengejar keutamaan Ramadan. Utamakan kesalehan sosial, karena sesungguhnya yang paling baik adalah yang bermanfaat bagi sesama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here