Direbut Rusia, Ini Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Milik Ukraina

0
69

Theindopost.com- Pasukan Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN Zaporizhzhia di Ukraina pada Jumat, 4 Maret 2022 yang didahului sebuah pertempuran sengit di kecamuk perang Rusia Ukraina.

Dengan enam reaktor dan kapasitas hampir 6 gigawatt, Zaporizhzhia adalah pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dan terbesar ke-9 di dunia. PLTN ini terletak di Enerhodar Ukraina dan berjarak sekitar 200 kilometer dari wilayah Donbas atau 550 kilometer dari Kyiv.

PLTN ini memiliki enam reaktor, yang masing-masing dapat membangkitkan listrik sebanyak 950 megawatt, dengan total mencapai 5.700 megawatt. Energi tersebut dapat digunakan untuk menyalakan listrik bagi sekitar empat juta rumah.

Kala situasi normal, PLTN ini memasok seperlima listrik di Ukraina. Selain itu, hampir setengah energi yang dihasilkan berasal dari fasilitas ini. Saat Rusia mengambil alih reaktor nuklir ini, Ukraina terancam kehilangan sebagian besar energi listrik mereka.

PLTN adalah sebuah stasiun pembangkit listrik termal tempat panas yang dihasilkan dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. PLTN termasuk dalam jenis pembangkit daya dan bisa bekerja dengan baik ketika keluarannya konstan. Daya yang bisa dibangkitkan per unit pembangkit adalah dari 12 MWe sampai 1400 MWe.

Yang Perlu Diketahui soal PLTN Zaporizhzhia yang Diserang Rusia
Rekaman kamera pengintai menunjukkan ledakan di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia selama penembakan di Enerhodar, Zaporizhia Oblast, Ukraina (Sumber: Google)

Tak hanya itu, serangan terhadap reaktor nuklir sendiri sebetulnya berbahaya bagi penduduk Ukraina dan sekitarnya. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan ledakan di salah satu reaktor nuklir Ukraina dapat mengancam Eropa.

“Ada 15 reaktor nuklir di Ukraina. Jika salah satu dari mereka meledak, itu adalah akhir dari semua orang, akhir dari Eropa,” ujar Zelensky, dikutip dari CNN.

Masalah keamanan ini juga sempat disinggung oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). “Keselamatan dan keamanan fasilitas nuklir, dan nuklir serta bahan radioaktif lainnya, di Ukraina dalam keadaan apa pun tidak boleh terancam,” kata direktur IAEA, Rafael Mariano Grossi, dikutip dari The Boston Globe.

Sementara itu, pengamat menilai serangan di PLTN sendiri berpotensi memunculkan radiasi nuklir. Di samping itu, banyak ahli yang menyebutkan bahwa PLTN bisa meminimalkan ketergantungan terhadap energi fosil dan juga mengurangi masalah pemanasan global

Dalam Pembangunan PLTN Menopang Kebutuhan Energi Nasional disebutkan bahwa PLTN memiliki beberapa komponen penting, seperti bahan bakar, pendingin, moderator, sistem pembangkit uap, sistem keselamatan. Kombinasi dari komponen-komponen tersebut akan menghasilkan variasi yang beragam dari desain PLTN.

Selain itu, PLTN disebutkan tidak pernah dirancang untuk berada di zona perang “mereka tidak bisa mengatasi kerentanan yang muncul akibat berada di zona penembakan,” kata direktur eksekutif Pusat Pendidikan Kebijakan Nonproliferasi, Henry Sokolski, kepada Al Jazeera.

“Jika mereka melakukan operasi militer di tempat itu atau di reaktor lain, sesuatu yang berkaitan dengan pusat energi atau kolam bahan bakar bekas akan mengeluarkan zat radioaktif dalam jumlah besar,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here