Beranda Health Ingin Tetap Puasa Meskipun Hamil? Perhatikan Saran Dokter Berikut Ini

Ingin Tetap Puasa Meskipun Hamil? Perhatikan Saran Dokter Berikut Ini

0
Ingin Tetap Puasa Meskipun Hamil? Perhatikan Saran Dokter Berikut Ini

Theindopost.com- Ramadan semakin dekat. Ibu hamil mendapat keringanan tidak wajib puasa selama bulan Ramadan. Namun bagaimana jika ingin tetap puasa?

Dokter spesialis kandungan dari Universitas Padjajaran dr Boy Abidin, SpOG(K) menyarankan ibu hamil untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan ikut berpuasa pada Ramadan tahun ini, sebab ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa.

“Konsultasi dulu dengan dokternya apakah boleh berpuasa. Kalau kondisi ibunya baik, bayinya baik, silakan untuk berpuasa,” kata Boy dikutip dari Antara, Sabtu, 11 Maret.

Adapun beberapa kondisi tertentu yang membuat ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa, antara lain janin yang dikandungnya tidak berkembang dengan optimal, mengalami preeklamsia atau tekanan darah tinggi saat hamil, kekurangan cairan ketuban, hingga masalah di lambung atau saluran pencernaan.

“Kalau dipaksakan, ibu bisa pingsan. Selain itu juga akan berbahaya bagi janinnya,” ujar Anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu.

Jika sudah berkonsultasi dan diperbolehkan ikut berpuasa, Boy menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks saat sahur.

“Kalau sahur, makanannya karbohidrat yang kompleks. Kompleks itu artinya tidak terasa manis di lidah kita tapi mengandung karbohidrat yang cukup tinggi,” katanya.

Boy menjelaskan, karbohidrat kompleks memiliki waktu yang lebih lama untuk dicerna oleh tubuh sehingga dapat menjaga kebutuhan energi selama berpuasa.

Adapun contoh karbohidrat kompleks di antaranya nasi, ubi, mie, gandum, kentang, jagung, kacang merah, brokoli, pisang, dan buncis.

“Jadi jangan makan yang manis-manis saat sahur, karena nanti akan cepat terbuang. Kalau berbuka puasa ya biasa lah makan yang manis-manis yang disukai, yang penting gizinya bagus dan terpenuhi, seperti asam folat dan zat besi bisa dari mana saja termasuk susu,” tutur Boy.

Boy menambahkan, saat sahur ibu hamil juga harus mengonsumsi makanan dengan serat tinggi sebab akan memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Selain itu, ia mengatakan penting juga untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan paling tidak delapan gelas per hari, mengingat Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis sehingga cuaca akan panas di siang hari yang menyebabkan penguapan menjadi lebih tinggi.

“Jadi saat buka puasa minum dua gelas, sebelum shalat dua gelas, sebelum tidur dua gelas, dan saat sahur dua gelas. Jadi tercukupi delapan gelas,” ujar Boy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini