Kepunahan Badak Putih Utara Jantan Kembali Viral, Nasib Betina yang Tersisa Disorot

0
51

Belakangan ini, cerita mengenai punahnya badak putih utara kembali ramai di media sosial. Hal ini lantaran akun Mongabay Indonesia, sebuah penyedia informasi konservasi dan sains lingkungan, melalui IG-nya @mongabay.id mengunggah kembali potret badak putih utara jantan bernama Sudan yang mati pada 2018 lalu. Postingan ini lantas dibagikan ulang di Twitter @AREAJULID dan beredar luas setelah disukai hampir 90 ribu warganet.

Badak putih utara sudah bertahan 55 juta tahun di bumi dan sudah mengalami dan bertahan dari jaman es, gempa bumi besar, hantaman meteor, sehingga disebut sebagai saksi hidup perubahan-perubahan di bumi. Badak putih utara pernah menjelajahi padang rumput Afrika Timur dan Tengah dalam jumlah yang besar mencapai 2.000 individu pada 1960. Namun, akibat perang, kehilangan habitat, serta perburuan untuk cula, populasi badak putih utara menemui kehancurannya. Para peneliti tidak lagi menemukan subspesies badak putih utara di alam liar sejak 2008. 

Sudan sendiri mati pada Senin, 19 Maret 2018 waktu Kenya. Fisik Sudan semakin lemah di usianya yang sudah 45 tahun. Ia lumpuh dari pinggang ke bawah, sehingga kaki belakangnya yang goyah membuat Sudan tidak mungkin menunggang betina untuk memberikan keturunan. Sudan mati setelah melalui pilihan yang sulit, yaitu dengan cara euthanasia di rumahnya Konservasi Ol Pejeta, Kenya. 

Saat ini yang tersisa dari badak putih utara hanya dua individu betina bernama Najin dan Fatu. Dikonfirmasi oleh Konservasi Ol Pejeta, badak putih utara diumumkan punah secara fungsional di 2018 akibat tidak lagi tersisa individu pria. Mereka juga menyatakan bahwa ada tim peneliti dan konservasionis hebat yang sedang mengerjakan metode reproduksi bantuan untuk menghidupkan kembali badak putih utara. 

Sebelum kematian Sudan dan badak putih utara jantan lainnya, para ilmuwan sudah mengumpulkan sampel sperma beku yang harapannya dapat digunakan untuk menyelamatkan spesies yang tersisa. Sayangnya, Najin dan Fatu memiliki masalah kesehatan dan secara genetis terlalu dekat dengan Sudan untuk membentuk populasi badak. Sehingga rencananya akan dilakukan perkawinan silang dengan spesies badak putih selatan. 

Kembali viralnya info mengenai badak putih utara di media sosial menuai beragam respons dari warganet. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here