Kruez Sepeda Keren Buatan Anak Negeri

0
29

Bandung – Antusias warga dalam menghadapi new normal atau kebiasaan baru patut diacungi jempol. Beberapa dari mereka sudah tidak sabar untuk beraktivitas di luar rumah, seperti jalan-jalan atau sekedar berolahraga. Akhir-akhir ini, bersepeda menjadi salah satu olahrga yang populer di aktivitas new normal.

Berbagai kalangan mengandrungi sepeda. Mulai dari sepeda fixie, sepeda lipat, sepeda kumbang, sepeda gunung, sampai sepeda Brompton yang saat ini menjadi primadona.

Awalnya, sepeda buatan Inggris tersebut memiliki harga yang selangit. Sehingga hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir. Saat ini sudah ada sepeda yang memiliki kualitas sebanding dengan Brompton.

Kreuz Itulah nama sepeda buatan anak muda Bandung. Sekilas, sepeda ini sama seperti Brompton. Harga sepeda inipun cukup terjangkau hingga masyarakat tak perlu merogoh kocek dalam hingga puluhan juta rupiah.

“Untuk nya saja kita jual Rp 3,5 juta. Tapi kalau mau sampai jadi sepeda, kisaran Rp 8-10 juta,” ucap Yudi Yudiantara salah seorang owner dari Kreuz.

Yudi bercerita awal mula mencetuskan ide untuk membuat sepeda lipat, karena hanya ingin membuat pannier atau tas sepeda.

“Lalu kita ikut even sepeda lipat tahun 2019. Banyak yang pakai sepeda Brompton. Saat itu, display produk kita pakai itu (sepeda Brompton),” kata Yudi.

Display produk tas dengan sepeda Brompton itu dirasa cocok. Yudi lantas terpikir ide untuk membuat sepeda serupa. Dia pun lantas mengajak teman- temannya untuk sama-sama membuat sepeda tersebut.

Hingga akhirnya pada Desember 2019, Yudi mulai membuat prototype sepeda Brompton tersebut. Sebulan lebih proses produksi, akhir Januari, prototype itupun selesai.

“Kita lalu dapat pinjaman Brompton, kita lihat detailnya sepertj apa. Begitu Februari, kita test ride ke Jawa ke Surabaya higga Solo,” kata dia.

Tidak hanya itu, Yudi juga menunjukkan sepeda buatannya ke komunitas sepeda yang ada di Solo. Ia pun mendapat sambutan hangat dan antusias dari para pecinta sepeda.

“Kita dapat animo yang sangat besar di situ. Malah anak-anak Solo ada yang langsung pesan,” tuturnya.

Yudi menjelaskan arti dari nama sepedanya. Secara harfiah, Kreuz artinya melintas. Nama ini diambil dari bahasa Jerman. Yudi pun menambahkan bahwa pembuat sepeda Kreuz masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

“Saya di industri kreatif, temen saya di konveksi. Jadi melintas zona nyaman lah,” ujarnya.

“Atau Kreuz bisa diartikan Bahasa Sunda ‘Kareeus’ yang artinya kebanggaan atau bisa ‘Kreuz’ itu kreasi orang Sunda,” kata Yudi menambahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here