Kunjungi Balongan, Herman Khaeron Mendorong Percepatan Pemadaman

0
159

Theindopost – Anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Herman Khaeron mengunjungi lokasi kebakaran Kilang Pertamina RU 6 Balongan Indramayu.

Legislator Partai Demokrat Dapil Jabar VIII ini, mengungkapkan apa yang tdrjadi adalah sebuah kecelakaan.

“Apa yang terjadi di adalah Accident. Sesuatu yang tidak diinginkan dan tidak ada dalam perencanaan,” tutur Herman, Jumvat (2/4).

Sedangkan penyebab terjadinya Accident ini masih belum dapat disimpulkan karena masih dalam tahap investigasi.

“Masih dalam investigasi oleh pihak Pertamina apa penyebabnya. Kita tunggu bagaimana hasilnya nanti,” jelasnya.

Namun Herman mencoba merunut secara kelayakan tehnis, kelayakan tanki masih layak.

“Masih memiliki waktu kelayakan yang panjang. Sertifikat semuanya ditempuh dengan baik. Pada sisi lain seluruh yang menjadi prasyarat di dalam pengolah objek vital memenuhi standar,” jelas anggota DPR RI 3 periode ini.

Bahkan dirinya mencoba menggali standar HSE semuanya memenuhi standar.

” Saya juga kan psrnah diperminyakan sehingga mencoba mendalami pada sisi itu,” jelas anggota Komisi VI ini.

Pasca terjadinya ledakan pada 4 tangki E, F, G dan H, Herman mengungkap penangananya sangat cepat.

“Hanya membutuhkan waktu 5 jam untuk penambahan armada pemadam dari Cilacap. Penanganan korban pun sudah cukup baik. Sekarang evakuasi dilakukan untuk wilayah yang memiliki dampak yang membahayakan,” tukasnya.

Dirinya menghimbau agar pemadaman segera bisa dilaksanakan agar mengurangi rasa khawatir masyarakat.

“4 tangki yang terbakar tentunya tidak semuanya berisi penuh seprti asumsi yang beredar kita kehilangan 400 – 500 ribu barrel,” tuturnya.

Penghentian produksi sudah kembali berjalan setelah sebelumnya sempat shutdown.

“Kita apresiasi apa yang sudah dilakukan oleh pihak Pertamina. Saya selalu anggota DPR mendorong agar percepatan pemadaman, pemulihan dan kemudian perencanaan butih waktu sekitar 15 bulan untuk kembali membangun tangki ini hafus Benar-benar dijalankan,” jelas Herman.

Hal ini bertujuan agar pemenuhan kebutuhan BBM khususnya wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta supaya suplainya terpenuhi.

” Saya percaya pertamina bisa menyelesaikan dengan baik. Sekali lagi ini adalah Accident jangan berasumsi. Kepada siapapun mohon menunggu sampai investigasi diselesaikan,” tukas Herman.(EJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here