Beranda Health Kurangi Konsumsi Daging, Demi Kesehatan Jantung

Kurangi Konsumsi Daging, Demi Kesehatan Jantung

0
Kurangi Konsumsi Daging, Demi Kesehatan Jantung

Memilih sumber makanan nabati yang tepat dan mengurangi konsumsi daging dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Menurut penelitian dalam Journal of American College of Cardiology.

Seperti dilansir Indian Express, Peneliti mengatakan cara ini meminimalkan efek buruk mikroba di usus yang terkait dengan penyakit jantung. Saluran pencernaan manusia menampung komunitas bakteri atau disebut mikrobiota usus yang memainkan peran penting dalam metabolisme, penyerapan nutrisi, tingkat energi, dan respons kekebalan tubuh.

Saat mengonsumsi daging merah, ada salah satu bahan kimia alami yang diproduksi bakteri usus ketika mencernanya, yakni trimethylamine N-oxide (TMAO), yang telah berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung. Menurut peneliti, konsumsi makanan nabati bisa mengurangi jumlah TMAO yang diproduksi dalam tubuh.

Sampai pada kesimpulan itu, para peneliti telah melakukan riset terhadap 760 wanita yang berpartisipasi dalam Nurses ‘Health Study‘, studi kohort terhadap perawat wanita berusia 30 sampai dengan 55 tahun. para peserta studi diminta untuk melaporkan data mengenai pola diet, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, ditambah data demografis lain.

Lalu, mereka juga diminta untuk memberikan dua sampel darah (yang kedua setelah 10 tahun). Setelahnya para peneliti mengukur konsentrasi TMAO dalam komponen cairan darah, plasma, dari pengumpulan pertama hingga pengumpulan darah kedua. Hasilnya, wanita dengan peningkatan kadar TMAO terbesar di seluruh studi memiliki risiko 67 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner (PJK). Setiap peningkatan TMAO berhubungan dengan peningkatan 23 persen risiko PJK.

“Diet salah satu faktor risiko paling penting yang dapat dimodifikasi untuk mengendalikan kadar TMAO dalam tubuh,” ucap Lu Qi, rekan penulis studi dari Universitas Tulane.

Menurut para peneliti, berdasarkan temuan ini, penurunan kadar TMAO dapat berkontribusi untuk mengurangi risiko PJK. Selain itu, usus-mikrobioma mungkin bisa menjadi area baru untuk diteliti dalam rangka pencegahan penyakit jantung.

Sumber: Tempo.co

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini