Laura Anna Meninggal Dunia, Hukum Masih Berjalan

    0
    60

    Theindopost.com- Laura Anna berpulang pada Rabu (15/12/2021) siang sekitar pukul 09.47 Waktu Indonesia Barat. Sebelum meninggal, Laura sempat dilarikan ke rumah sakit, setelah asam lambungnya naik hingga mengakibatkan gangguan jantung dan paru-paru.

    Meninggal di usia yang masih sangat belia, yakni 21 tahun, membuat kaget banyak followersnya di media sosial. Di medsos tidak sedikit publik yang ungkapkan kesedihannya, sebab keadilan belum berpihak pada Laura Anna, hingga kematian menjemputnya.

    Laura Anna, kini meninggal dengan sehormat-hormatnya, karena telah memilih untuk melawan ketidakadilan, dan berjuang melalui hari-hari berat dengan tegar.

    Selama 2 tahun sejak tragedi kecelakaan yang dialaminya pada Desember 2019, ia harus berjuang mengatasi Cervical Vertebrae Dislocation atau dislokasi tulang leher yang cukup parah, hingga menyebabkan separuh badannya lumpuh. Di usianya yang waktu itu belum genap 20 tahun ia harus terbaring di kursi roda.

    Perjuangannya mencari keadilan, dibicarakan di hampir seluruh media. Kasus kecelakaan yang dialami Laura Anna membuat ia harus terbaring di atas kursi roda. Meski pengadilan sudah menetapkan Gaga Muhammad (GM), mantan pacarnya sebagai terdakwa.

    Proses Hukum Berlanjut

    Laura Anna meninggal, saat upayanya untuk menggapai keadilan atas kecelakaan yang mengakibatkan ia lumpuh masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

    Sidang lanjutan yang menghadapkan GM sebagai terdakwa rencananya akan digelar hari ini, Kamis (16/12/2021). Agenda sidang adalah pemeriksaan saksi ahli (ahli fisioterapi) dan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

    Pihak PN Jaktim mengatakan persidangan kasus ini akan tetap dilanjutkan meski Laura Anna sudah meninggal. Diketahui, Laura Anna mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan yang menimpanya pada 9 Desember 2019 silam. Kecelakaan terjadi saat Laura sedang menumpang mobil yang dikemudikan GM  

    GM kini ditahan di rutan Satlantas Polres Metro Jakarta Timur.  Ia didakwa dengan Pasal 310 Ayat 3 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

    Persidangan kasus ini sudah berlangsung enam kali sidang. Bahkan, Laura dan ibunya sudah menjadi saksi di persidangan itu. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Ashari Syam mengatakan, meninggalnya Laura Anna bisa menjadi salah satu penilaian majelis hakim dalam memutuskan hukuman untuk GM. Namun semua itu tergantung penilaian hakim atau penilaian Jaksa Penuntut Umum.

    “Itu akan dinilai apakah meninggalnya akibat kecelakaan itu atau tidak ada hubungannya, nah itu akan dinilai,” kata Ashari.

    Ashari mengatakan, apabila meninggalnya Laura Anna ada hubungannya dengan kecelakaan yang dialami pada 2019 lalu, maka ini berpotensi memberatkan hukuman GM. Masalahnya, surat tuntutan (Laura) dari awal, tidak ada pembunuhan, karena tidak ada yang meninggal dunia. Yang ada adalah kecelakaan yang mengakibatkan cacat (lumpuh).

    Ashari mengatakan, meninggalnya Laura Anna bisa saja menjadi alat Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk meminta hakim menghukum GM dengan berat. Namun sekali lagi, penilaian tersebut sepenuhnya di tangan hakim. Hakimlah yang nantinya menentukan apakah meninggalnya Laura Anna menjadi penilaian sendiri terhadap vonis bagi GM.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here