Mayoritas Pebulutangkis Indonesia Belum Lolos BWF Tour Finals

0
71

Pemain bulutangkis Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang berat untuk bisa memastikan turut serta dalam perhelatan BWF World Tour Finals yang dilangsungkan 1—5 Desember 2021 di Bali.

BWF World Tour Finals merupakan turnamen penutup bulutangkis yang digelar setiap akhir tahun. Adapun, atlet yang memastikan bisa tampil di ajang itu ialah pebulutangkis yang berada dalam peringkat 1—8 dari lima sektor.

Selain itu, pemain/pasangan yang tidak ikut dalam Indonesia Open dan atau Indonesia Master juga dipastikan tidak dapat mengikuti ajang BWF World Tour Final 2021.

Untuk perhitungan poin ranking BWF World Tour Final 2021 akan diakumulasikan berdasarkan pertandingan yang diikuti pemain sejak awal tahun di lebel S100—S1000, tanpa mengurangi poin apapun.

Setiap sektor hanya akan diikuti oleh 8 pemain/pasangam dam setiap Negara akan mengirimkan paling banyak 2 wakilnya di masing-masing sektor.

Alhasil, meskipun menjadi tuan rumah, atlet bulutangkis Indonesia masih harus bekerja keras untuk bisa tampil di ajang bergengsi tersebut. Penyebabnya,  mayoritas ranking dari pemain bulutangkis andalan Indonesia tercatat masih belum aman.

Dikutip melalui laman bwf.tournamentsofware, HSBC Road to Bali Ranking, hanya ganda putri Greysia Poli/Apriyani Rahayu memastikan tiket lolos secara otomatis karena telah menjuarai medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dengan syarat wajib mengikuti turnamen Indonesia Master dan Indonesia Open.

Namun, tiga pasangan ganda putri lainnya masih harus berjuang keras Nita Violina Marwah/Putri Syaikah saat ini berada di posisi ke-10 dengan skor 20.120,

Kemudian, Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani bertengger di peringkat 32 dengan capaian 9.110 poin, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto di peringkat 18 dengan poin 15.470.

Untuk sektor tunggal putra peluang besar saat ini dimiliki oleh Shesar Hiren Rhustavito, karena berada di peringkat 12 dengan perolehan poin 17.800.

Sedangkan, Tommy Sugiarto di peringkat 28 dengan perolehan poin 12.000, Jonatan Christie harus berupaya keras karena berada di peringkat ke-31 dengan poin 11.400, Chico Aura Dwi Wardoyo (42), dan Anthony Sinisuka Ginting (58).

Selanjutnya, beralih di sektor ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil naik 5 tingkat ke peringkat 2 BWF World Tour Final. Peningkatan diraih usai keluar sebagai juara di BWF World Tour Super 500 Hylo Open 2021 dengan perolehan poin sementara 28.150. Sementara Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin naik 8 tingkat yang sebelumnya ada di posisi 16 setelah menjadi runner up dengan perolehan poin sementara 21.160.

Adapun, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan mulai mengejar dan masuk dalam 10 besar dengan perolehan poin sementara 20.970.

Namun, rekan lainnya masih harus berjuang. Hal ini dikarenakan dua ganda putra lainnya masih berada di luar 10 besar, mulai dari posisi ke-12 ditempati Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan poin 19.340 dan Hendra Setiawan/Mohamamd Ahsan di posisi 13 dengan 18.890 poin.

Beralih ke ganda campuran Praveen Jordan/Maleti Daeva saat ini menempati ranking 9 sementara World Tour Finals. Mereka naik empat tingkat dengan perolehan poin 22.250. Posisi Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari lebih baik. Mereka berada di ranking 7 dengan perolehan poin sementara 23.630.

Selanjutnya, tunggal Putri perlu lebih berupaya untuk mengejar ketertinggalan, sebab belum ada pemain yang lolos untuk berada di urutan 20 besar. Mulai dari Putri Kusuma Wardani di peringkat 32 turun 7 tingkat dari sebelumnya di posisi 25 dengan skor 10.030.

Gregoria Mariska Tunjung yang bertengger di posisi 23 yang berhasil naik 8 tingkat dari sebelumnya di peringkat 31 dengan perolehan poin sementara 12.720, dan Ruselli Hartawan di posisi ke-36 dengan perolehan poin 9.640.

Sementara, saat ini hanya tersisa dua turnamen yaitu Indonesia Masters (16-21 November) dan Indonesia Open (23-28 November).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here