Menteri ESDM Inginkan Kajian Internasional dan Puji Tindakan Cepat Pertamina

0
29
menteri ESDM kunjungi balongan

TheIndopost – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengunjungi Kilang Balongan untuk melihat langsung kondisi Kilang Balongan pasca insiden tangki T-301.

Kunjungan tersebut juga dalam rangka memastikan proses penanganan yang telah dijalankan Pertamina untuk mengatasi insiden di lapangan dan pemulihan lokasi penyimpanan BBM di Balongan berjalan baik.

Arifin Tasrif mengatakan di awal insiden, Pertamina telah melakukan tindakan cepat melokalisasi titik api di dalam bundwall atau tanggul di sekeliling tangki T-301 sehingga tidak meluas.

Saat ini masih dilakukan pendinginan terhadap sisa minyak yang masih ada di dasar bundwall, sehingga temperatur minyak dapat diturunkan dan api sudah padam saat ini bahkan asap hitam sudah tidak terlihat.

Menurut Arifin Tasrif, saat ini Pertamina melakukan investigasi yang melibatkan internal dan eksternal mengenai penyebab kejadian. Investigasi masih berproses dan memerlukan pendalaman.

“Ke depannya Pertamina akan melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi apa saja yang diperlukan untuk peningkatan sistem keamanan kilangnya mengacu pada teknologi baru yang saat ini dipakai,” pesan Arifin

Terkait warga terdampak, lanjutnya, Arifin meyakini bahwa Pertamina akan melakukan penanganan yang baik kepada masyarakat.

“Kita harapkan korban yang masih dirawat bisa membaik dan bisa segera keluar dari unit perawatan khusus. Terhadap seluruh masyarakat terdampak akibat dari kejadian ini, Pertamina berkomitmen untuk bertanggung-jawab untuk perbaikan rumah dan properti warga, perawatan korban luka, dan trauma healing,” ucap Arifin.

Selain itu, Menteri ESDM juga mengingatkan, agar Pertamina segera memasang sistem komunikasi dengan masyarakat, apabila ada indikasi yang diperkirakan dapat membahayakan, masyarakat sekitar dapat melakukan persiapan lebih dini untuk menjaga keselamatan.

Mengenai rencana pembangunan Kilang Petrochemical, Arifin memastikan tetap menjadi program utama Pertamina karena bagian dari program nasional agar Pemerintah dapat mencukupi kebutuhan nasional petrokimia dan mengurangi impor.

Disinggung untuk kebutuhan BBM, menurutnya saat ini tersedia cukup aman dan mengoptimalkan kapasitas dari kilang lainya.

“Sudah dilakukan antisipasi dengan mengoptimalkan kapasitas kilang lainnya dengan mengedepankan keselamatan kerja, kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi,” jelas menteri ESDM.

Proses investigasi terhadap kejadian kebakaran empat tangki di lokasi T-301 milik PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tengah dilakukan. Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif meminta Pertamina untuk mengevaluasi sistem keamanan.

“Dengan adanya kejadian ini, tentu Pertamina harus mengidentifikasi apa saja yang harus diperlukan dalam sistem pengamanan kilang-kilangnya,” kata Arifin Tasrif kepada awak media di RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (3/4).

Menteri ESDM Arifin Tasrif didampingi Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan CEO PT KPI Djoko Priyono memantau lokasi tanki T-301 Kilang Balongan

Arifin Tasrif juga meminta Pertamina untuk memasang instalasi unit pengamanan sesuai dengan standar internasional.

“Gunakan teknologi yang terbaru (pengamanan), yang dipakai oleh industri sejenis. Bangun sistem komunikasi juga dengan masyarakat,” kata Arifin Tasrif.

Arifin Tasrif menambahkan sistem komunikasi dengan masyarakat penting untuk dibuat. Sebab, lanjut dia, apabila ada hal-hal yang membahayakan masyarakat, maka masyarakat bisa menyelamatkan secara dini.

“Semoga hal ini tidak terulang lagi ke depannya,” katanya.

Dirinya menginginkan penyebab kejadian dilakukan investigasi baik internal dan eksternal. termasuk melakukan kajian dari pihak internasional.

“Penyebab kejadian masih dilakukan investigasi, baik oleh internal Pertamina maupun eksternal. Termasuk saya ingin ada kajian dari pihak internasional,” pungkas Arifin Tasrif.(EJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here