Beranda National Pemerintah Klaim Corona Varian Baru Belum Masuk RI

Pemerintah Klaim Corona Varian Baru Belum Masuk RI

0
Pemerintah Klaim Corona Varian Baru Belum Masuk RI

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan sejauh ini pemerintah belum mendapat laporan terkait temuan varian baru virus corona mutasi Inggris dengan nama ilmiah VUI 202012/01 terdeteksi di Indonesia.

“Belum ada laporan terkait itu,” kata Wiku melalui pesan singkat, Senin (28/12).

Senada, Direktur Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan, hasil penelitian dari sampel pemeriksaan warga Indonesia di beberapa laboratorium Tanah Air belum menunjukkan strain virus dengan karakteristik virus mutasi Inggris tersebut.

Ia menjelaskan, sampel virus genom atau whole genom sequencing (WGS) virus corona SARS-CoV-2 tersebut sudah dikirim Indonesia ke lembaga Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). GISAID adalah sebuah lembaga bank data yang saat ini menjadi acuan untuk data genom virus corona SARS-CoV-2.

Belum ada laporan ya. Kami sudah melakukan pemeriksaan dan sudah dilaporkan ke GISAID, dan sampai saat ini mutasi seperti yang disampaikan Inggris belum ada ya,” kata Nadia.

Nadia mengatakan, pihaknya juga telah meneliti sampel tersebut dengan menggunakan acuan data sementara dari 17 provinsi di Indonesia.

Kendati demikian, Nadia belum merinci data hasil olahan penelitian dan pengembangan (litbang) terkait rincian atau keseluruhan provinsi yang dimaksud tersebut.

“Itu untuk 17 provinsi yang diambil sampel, untuk datanya itu ada di Litbang ya,” imbuhnya.

Belakangan ini, mutasi virus corona baru di Inggris membuat berbagai negara menutup akses penerbangan dari dan ke Inggris.

Merespons ancaman itu, pemerintah pun memutuskan untuk menutup sementara akses masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia mulai 1-14 Januari 2021.

Upaya itu dilakukan Rabu (23/12) lalu, pemerintah hanya melarang WNA Inggris memasuki wilayah Indonesia baik secara langsung maupun transit di negara lain terlebih dulu.

Sedangkan untuk WNA dan WNI dari wilayah Eropa dan Australia serta WNI dari Inggris dikecualikan untuk tetap bisa masuk ke wilayah Indonesia.

Namun dengan catatan, mereka harus menunjukkan hasil negatif tes menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes swab di negara asal yang berlaku maksimal 2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan.

Puluhan negara lain pun telah mengkonfirmasi temuan virus mutasi itu di negaranya seperti Kanada, Jepang, Prancis, hingga Singapura.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini