Penggunaan Anggaran Untuk Covid-19 Tidak Maksimal, Jokowi Geram

0
32
Jokowi saat menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara tanggal 18 Juni 2020. [Sekretariat Presiden]

Presiden Joko Widodo mengungkapkan kekecewaannya terhadap jajaran Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan Jokowi tersebut didasarkan atas penilaian mengenai kinerja sejumlah pembantunya yang dianggap biasa-biasa saja.

Padahal, kata Jokowi, pemerintah kekinian sedang menghadapi banyak persoalan, terutama wabah virus corona covid-19 yang menghantam sektor kesehatan maupun perekonomian.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga meluapkan emosinya saat mengetahui anggaran penanganan virus korona (covid-19) senilai Rp75 triliun tak kunjung dimaksimalkan. Hal itu berdampak pada bidang kesehatan.

“Pembayaran tunjangan untuk dokter spesialis, tenaga medis, segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan Rp75 triliun seperti itu,” kata Jokowi dalam Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, (28/6).

Jokowi juga menyinggung bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan ke masyarakat belum memuaskan. Padahal, pandemi covid-19 menuntut penggunaan anggaran yang maksimal.

“Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan. Kalau ada masalah, lakukan tindakan-tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extraordinary, harusnya 100 persen (penggunaan anggaran),” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan laporan belanja kementerian masih biasa saja. Kepala Negara memerintahkan semua kementerian mengeluarkan peraturan menteri bila belanja anggaran menemui hambatan. Dia juga tak segan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) bila masih menemui hambatan.

“Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya, karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat akan naik. Sekali lagi jangan anggap ini baisa saja,” tutup Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here