Pertamina Dorong Klaster Industri Net Zero Emission Pertama di ASEAN

0
173

Pertamina, Hitachi, Unilever, dan L’Oréal berkolaborasi untuk menciptakan klaster industri net zero emission di Jababeka-Cikarang Indonesia. Hal ini merupakan wujud dari hasil Task Force Energy, Sustainability & Climate (TF ESC) B20 dengan mendorong kolaborasi untuk klaster industri net zero pertama di Asia Tenggara.

Realisasi dari kolaborasi tersebut dengan dilakukannya penandatanganan pernyataan bersama dan mengumumkan rencananya untuk menjadi klaster industri net zero pertama di Kawasan Industri Jababeka di Indonesia Net Zero Summit 2022, side event B20 Indonesia 2022 di Bali, Jumat (11/11/2022).

Presiden Direktur dan CEO Pertamina sekaligus Chair of the B20 Energy, Sustainability and Climate Change Nicke Widyawati mengatakan kerja sama ini untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Serta bisa berdampak positif terhadap penurunan emisi karbon dari aktivitas industri.

“Meningkatkan penggunaan solusi energi terbarukan, penting untuk menurunkan emisi karbon dari aktivitas industri,” kata Nicke dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/11/2022).

Ia menuturkan kolaborasi memiliki peran yang cukup penting untuk mencapai dekarbonisasi. Sehingga setiap perusahaan bisa memainkan peran dengan menghadirkan beragam teknologi dan inovasi untuk mencapai emisi karbon nol bersih sebelum tahun 2050 untuk mendukung target net zero Indonesia pada tahun 2060.

“Tetapi untuk mencapai dekarbonisasi membutuhkan kolaborasi antar banyak pemangku kepentingan, jadi, kami mencari perusahaan tambahan di Jababeka untuk bergabung dengan kelompok baru ini. Pertamina, sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia di Fortune Global 500, sangat ingin mendorong perjalanan dekarbonisasi ini sebagai perusahaan energi,” jelasnya.

Sementara itu, Managing Director Jababeka Infrastruktur Agung Wicaksono mengatakan klaster industri net zero akan dibangun atas dasar yang telah ditentukan.

“Klaster industri net zero Jababeka akan dibangun di atas dasar yang telah kami letakkan sebagai kawasan industri selama lebih dari 30 tahun dengan perusahaan dari 30 negara untuk bertransformasi di masa depan, menggunakan teknologi dan digital dalam operasionalnya,” kata Agung.

Dengan begitu diharapkan perusahaan mampu mengambil peran utama untuk menghadirkan produk yang ramah lingkungan.

“Inisiatif tersebut, akan membantu perusahaan-perusahaan yang ada di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara ini untuk mengambil peran utama dalam mengatasi meningkatnya permintaan konsumen akan produk berkelanjutan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab,” tutup Agung.

Sumber asli: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here