Pro Kontra Pasal Penghinaan Presiden di RUU KUHP

0
90

 Pemerintah dan Komisi III DPR RI hingga saat ini masih membahas salah satu rancangan undang undang (RUU) prioritas tahun ini, yakni Rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Salah satunya pasal penghinaan presiden serta wakil presiden.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani menilai, pasal penghinaan presiden dan wakil presiden masih perlu ada di RUU KUHP.

Berdasarkan riset yang dia lakukan, sudah banyak negara yang menerapkan hukum pidana terhadap siapapun yang menghina presiden maupun raja di negaranya.
“Jadi wajar jika di KUHP tetap mempertahankan pasal penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden,” kata Asrul Sani saat rapat kerja Komisi III dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kumham), Rabu (9/6).

Untuk menghindari polemik, ia menyarankan pasal penghinaan presiden dan wakil presiden di RUU KUHP diformulasikan dengan baik dan penuh kehati-hatian.

Sedangkan Benny K Harman, Anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat menolak keberadaan pasal penghinaan presiden dan wakil presiden di RUU KUHP tersebut. Biasanya pasal penghinaan presiden dan wakil presiden menjadi ajang menunjukkan kekuasaan dan dijalankan secara suka-suka saja.

“Kalau penguasa tidak suka terhadap kritik maka akan langsung ditangkap. Jadi definisi pasal ini masih belum jelas dan sempat ada keinginan untuk dihapus,” kata Benny.

Ia menyarankan pembahasan RUU KUHP lebih diarahkan kepada persoalan penistaan agama, yang ada di aturan tersebut, kemudian juga soal perzinaan.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menegaskan aturan soal penghinaan presiden dan wakil presiden di RUU KHUP harus tetap ada. “Kalau dibiarkan, orang akan seenaknya menghina Presiden dan Wakil Presiden,” ujar Yanona.

Adapun penghinaan yang ia maksud adalah menyangkut dengan personal. Seperti menghina secara fisik, atau  ucapan kalimat yang tidak pantas. Terkecuali jika untuk mengkritisi kinerja dan kebijakan kepala negara. “KUHP ini juga melindungi presiden di masa datang,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here