Juri Sebut Tangisan Amber Heard Air Mata Buaya: Kami Tidak Nyaman

0
149

Theindopost.com- Salah satu juri dalam sidang pencemaran nama baik yang kontroversial antara Johnny Depp dan mantan istrinya Amber Heard telah membuka fakta mengejutkan lainnya.

Juri ini muncul setelah pihak Amber Heard mengeluarkan beberapa pernyataan yang menilai keputusan juri terpengaruh dengan popularitas Johnny Depp dan kehebohan di media sosial.

Dalam sebuah wawancara dengan Good Morning America, Kamis (16/6), juri pria itu mengungkap bahwa beberapa anggota juri tidak percaya Heard tulus dalam kesaksiannya.

Juri bahkan mengatakan bahwa ketika Heard menangis di kursi saksi, dia berpikir itu adalah air mata buaya. “Itu tidak bisa dipercaya,” kata juri tentang kesaksian emosional Heard.

“Sepertinya dia bisa membalikkan emosinya. Dia akan menjawab satu pertanyaan dan dia akan menangis dan dua detik kemudian dia akan menjadi sedingin es. Itu tidak terlihat alami,” ujarnya.

Masalah emosi Amber Heard ini juga sempat disinggung oleh guru akting Amber, Kristina Sexton. Sexton mengatakan dalam kesaksian bahwa Amber mengalami kesulitan untuk menangis ketika sedang berakting. Di samping itu, juri juga tidak suka bagaimana Heard menatap langsung ke arah juri saat menjawab pertanyaan. “Kami semua sangat tidak nyaman” dengan itu,” katanya.

Dibandingkan dengan sikap Amber Heard, juri merasa sikap yang ditunjukkan Johnny Depp di persidangan terasa sedikit lebih nyata. “Tampak sedikit lebih nyata dalam hal bagaimana dia menjawab pertanyaan. Keadaan emosionalnya sangat stabil,” kata juri.

Sepanjang persidangan, bukan hanya sikap Amber Heard yang membuat juri meragukan ketulusan bintang Aquaman itu. Tapi mayoritas juri menganggap Heard sebagai agresor dalam hubungan tersebut setelah menyimpulkan “mereka berdua saling menghina”.

Terlebih tim hukum Heard gagal membuktikan bahwa kekerasan yang dilakukan Depp bersifat fisik. “Banyak juri merasa apa yang dia (Depp) katakan, pada akhirnya, lebih bisa dipercaya…,” kata juri.

Juri yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada GMA bahwa Heard membuat kesalahan besar saat menulis op-ed. “Jika dia tidak melakukan semua ini dengan op-ed, Johnny Depp bisa membantunya dalam kariernya,” ujar juri itu.

“Mereka tidak meninggalkan hal-hal yang buruk (ketika mereka bercerai). Itu berubah menjadi buruk setelah op-ed,” imbuhnya. Kasus Amber Heard dan Johnny Depp bermula dari tulisan op-ed Amber di Washington Post di tahun 2018. Atas tulisan tersebut Johnny Depp melaporkan Amber atas pencemaran nama baik.

Setelah menjalani sidang selama enam minggu dan mendatangkan banyak saksi juga bukti, juri di pengadilan Virginia memutuskan Amber Heard untuk membayar ganti rugi 10,35 juta dolar AS (sekitar Rp 150 miliar) pada Depp. Sementara Depp diminta untuk membayar 2 juta dolar AS (sekitar Rp 29 miliar) sebagai ganti rugi atas satu dari tiga tuntutan balik Amber pada Depp.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here