Beranda Business Sepenggal Kisah Tentang ‘Kartini Indonesia’ dalam Daftar Wanita Berpengaruh Fortune

Sepenggal Kisah Tentang ‘Kartini Indonesia’ dalam Daftar Wanita Berpengaruh Fortune

0
Sepenggal Kisah Tentang ‘Kartini Indonesia’ dalam Daftar Wanita Berpengaruh Fortune

Kartini Indonesia semakin bersinar di mata dunia. Hal ini dibuktikan Nicke Widyawati, perempuan yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Belum lama ini, media bisnis global, Fortune, menempatkan Nicke dalam daftar Perempuan Paling Berpengaruh (Most Powerful Women International) 2020. Nicke menempati posisi 16 dari total 50 perempuan yang dinilai mampu mengendalikan perusahaan skala global.

Terhadap perempuan kelahiran Tasikmalaya, Fortune memandang Nicke sebagai sosok yang tangguh dalam menangani perusahaan negara dengan revenue tahunan lebih dari US$ 54,6 miliar. Serta, memimpin sekitar 32.000 pekerja yang tersebar di berbagai negara.

Kemampuan Nicke semakin dikuatkan kepercayaan pemerintah yang menunjuknya kembali sebagai pemimpin Pertamina. Nicke diyakini dapat melakukan transformasi perusahaan untuk menjadi holding company di sektor migas.

Atas penghargaan tersebut, Nicke menyatakan rasa syukur. Sebagai pucuk tertinggi kepemimpinan BUMN migas, Nicke menilai tanggung jawab sebagai hal penting. Terutama, memastikan Pertamina terus menjadi energi untuk bangsa dan negara.

Serta, tugas membawa Pertamina sebagai perusahaan yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Nicke memandang penghargaan dari Fortune merupakan hasil kerja keras dari seluruh elemen di Pertamina.

“Tantangan masa depan energi sudah di depan mata. Kami tetap memprioritaskan pengabdian pada bangsa, pelayanan masyarakat dan menjawab tantangan energi global,” ujar perempuan berusia 53 tahun.

Diketahui, Fortune menyebut sosok Nicke layak menempati peringkat 16 lantaran berhasil membuat terobosan bagi perusahaan di masa pandemi Covid-19. Sehingga, kerugian yang ditanggung Pertamina dapat ditekan. Bahkan, jauh lebih baik dari sejumlah perusahaan migas global.

Kehadiran Nicke di Pertamina sudah dimulai pada 27 November 2017. Saat itu, pemegang saham mempercayai Nicke sebagai Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina. Namun pada 20 April 2018, dia ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama Pertamina, yang menggantikan posisi Elia Massa Manik.

Sebenarnya, karir Nicke tergolong moncer di lingkungan BUMN. Jauh sebelum masuk ke Pertamina, dia pernah memegang jabatan Direktur Perencanaan Korporat dan Direktur Pengadaan Strategis di PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Lulusan Teknik Industri ITB dan Master Hukum Bisnis Unpad ini sempat menjadi Direktur Utama PT Mega Eltra, perusahana kontraktor listrik di holding PT Pupuk Indonesia (Persero). Mundur lagi, Nicke juga pernah menjabat Direktur Bisnis PT Rekayasa Industri (Persero).

“Pencapaian ini membanggakan Pertamina dan juga Indonesia. Ibu Nicke telah mewakili seluruh perempuan di Indonesia dalam pengakuan dunia,” kata VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman.

Dia pun bangga terhadap prestasi sang pemimpin, yang menjadi satu-satunya perempuan Indonesia dalam daftar Fortune. Fajriyah optimsitis pengakuan internasional yang diraih Nicke, menjadi insiprasi bagi seluruh pekerja Pertamina. Sehingga, para pekerja bekerja lebih giat untuk membawa Pertamina sebagai perusahaan migas gobal terbesar.

“Kami berharap kepercayaan internasional terus meningkat kepada Pertamina, yang mengemban visi sebagai perusahaan energi nasional kelas dunia. Serta, mampu menghadapi tantangan energi global ke depan,” imbuhnya.

Selain Nicke, Fortune juga menempatkan sejumlah CEO perempuan dari berbagai perusahaan raksasa. Di antaranya, Maggie Wu dari Alibaba, Ho Ching dari Temasek, Helena Helmersson dari H&M Group, Emma Walmsley dari GlaxoSmithKline, hingga Jessica Uhl dari Royal Dutch Shell.

Sumber asli: https://energi.today/

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini