Serma Rama Wahyudi Gugur Dalam Misi Pasukan Perdamaian PBB MONUSCO

0
26

Seorang anggota pasukan pemelihara perdamaian Indonesia yang bertugas di Misi MONUSCO dengan wilayah operasi Republik Demokratik Kongo, dilaporkan meninggal dunia.

Personel yang gugur adalah Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi. Mengutip laporan AFP dari sumber PBB, anggota pasukan perdamaian dari Indonesia terbunuh dan seorang lainnya terluka dalam serangan oleh milisi pada Senin malam 22 Juni 2020 di bagian timur Republik Demokratik Kongo. Patroli mereka diserang sekitar 20 kilometer dari Kota Beni di Provinsi Kivu Utara.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan,” tulis Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui unggahan di akun Twitternya, Selasa 23 Juni 2020.

Menlu Retno menyampaikan bahwa Dewan Keamanan PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala MONUSCO Leila Zerrougui mengutuk serangan itu. anggota ADF, Pasukan Sekutu Demokrat, sebuah kelompok bersenjata terkenal di timur negara tersebut dituding sebagai pelaku serangan. Tentara itu telah mengambil bagian dalam proyek untuk membangun jembatan di daerah Hululu.

ADF adalah gerakan yang berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an, yang menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni. Pada 1995, kelompok itu pindah ke Republik Demokratik Kongo, yang menjadi basis operasinya, meskipun mereka tidak melakukan serangan di Uganda selama bertahun-tahun.

Menurut catatan PBB, gerakan tersebut telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober, ketika tentara Kongo melancarkan serangan terhadapnya.

ADF menewaskan 15 tentara PBB di pangkalan mereka di dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, dan tujuh lainnya dalam serangan pada Desember 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here