Singapura Diserang Covid-19 Inggris, Tiket Pesawat Tembus Rp 142 Juta

0
272

Singapura mendeteksi satu kasus impor Covid-19 yang merupakan virus korona strain baru asal Inggris. Otoritas Singapura meresponsnya, pemerintah Singapura memblokir para pelancong dari Inggris yang transit melalui negara itu sebagai tanggapan atas mutasi virus jenis baru itu karena berpotensi lebih menular di Inggris. Kemudian, memutus salah satu dari beberapa rute penerbangan. Akibatnya, sejumlah warga Negara asing terdampar di sana.

Dilansir dari The Sydney Morning Herald, Kamis (24/12), salah satu kekecewaan dirasakan seorang guru asal Melbourne, Sean Simpson. Dia dan keluarganya menginginkan satu hal pada Natal kali ini bahwa putra tirinya, Jacob Marchett, akan kembali ke tanah air.

Jacob Marchett, 26, menyelesaikan kontrak mengajar selama dua tahun dan mengakhiri sewa akomodasinya. Namun dia menerima surel mendadak yang membatalkan penerbangan Singapore Airlines-nya. ’’Kami hanya ingin anak kami pulang saat Tahun Baru dan Natal. Kami tidak melihat putra kami selama dua tahun,’’ ungkap Simpson.

Simpson mengatakan Jacob sekarang secara efektif tunawisma tanpa pekerjaan, tidak ada tempat tinggal, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Keluarga itu mencoba mengatur agar Jacob tinggal bersama teman-temannya di London.

Satu-satunya penerbangan ke Australia yang tersedia dengan maskapai lain minggu depan menelan biaya hingga USD 10.000 (Rp 142 juta)!. sementara Simpson mengatakan penerbangan repatriasi yang didanai pemerintah berikutnya pada 29 Desember sudah penuh. ’’Ada ribuan orang Australia yang terdampar di sana,’’ katanya.

Larangan Singapura di Inggris memengaruhi warga Australia di seluruh Eropa yang terhubung dengan penerbangan melalui London. Sementara Hong Kong juga menutup rute ke Inggris, memutuskan penerbangan lanjutan Cathay Pacific ke Australia.

Seorang juru bicara Singapore Airlines mengatakan, maskapai itu terus mengeksplorasi semua jalan yang akan memungkinkan untuk memberikan opsi perjalanan aman Covid-19 bagi pelanggan yang ingin meninggalkan Inggris ke Australia dan Selandia Baru.

Singapore Airlines telah mengoperasikan sekitar 30 penerbangan per minggu ke Australia  Namun, mereka dibatasi hingga sekitar 30 penumpang per penerbangan karena Australia membatasi kedatangan internasional.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) mengatakan akan ada lebih banyak penerbangan repatriasi yang dikoordinasikan oleh pemerintah dari Inggris, Eropa dan India tetapi belum tahu kapan terlaksana. DFAT telah menyelenggarakan 83 penerbangan repatriasi sejak Maret, membawa pulang sekitar 12.000 warga Australia.

Emirates dan Qatar Airways terus mengoperasikan penerbangan dari Inggris dan menghubungkan ke Australia melalui hub mereka di Timur Tengah. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here