Beranda National Stok Gandum Menipis, Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Stok Gandum Menipis, Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

0
Stok Gandum Menipis, Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Theindopost.com- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan pernyataan yang menyedot perhatian. Menurutnya, harga mi instan di Indonesia akan naik 3 kali lipat dibanding harga normal. Kenaikannya bakal terjadi dalam waktu dekat ini.

Alasan kenaikan harga mi instan tersebut tidak lain karena perang Rusia dan Ukraina. Kedua negara tersebut masuk dalam daftar 10 negara penghasil gandum terbesar di dunia.

Tercatat, Rusia berada di peringkat ketiga dengan menghasilkan atau memanen sekitar 1,2 miliar ton gandum di periode 2000 hingga 2020. Sedangkan Ukraina berada di peringkat 10 dengan memproduksi 433 juta ton gandum pada 2000-2020.

Menurut Syahrul, kondisi ini diperparah dengan tertahannya 180 juta ton gandum di Ukraina. Mereka tidak bisa melakukan ekspor karena tengah berkonflik.

“Belum selesai dengan climate change kita dihadapkan perang Ukraina dan rusia, di mana di sana gandum tertimbun 180 juta ton, tidak bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum besok harganya (naik) 3 kali lipat itu,” kata Mentan Syahrul pada Selasa, (9/8).

Indonesia adalah negara pengimpor gandum. Oleh karena itu akan merasakan dampak dari seretnya pasokan ini. “Maafkan saya, saya bicara ekstrem aja ini, ada gandumnya, tapi hargana akan mahal banget, sementara kita impor terus,” ujar dia.

Pernyataan dari Mentan Syahrul ini cukup masuk akal mengingat Indonesia masuk daftar negara pengonsumsi mi instan terbanyak di dunia. Menurut data dari instantnoodles.org, Indonesia berada di posisi kedua setelah China – Hong Kong.

Informasi bertajuk Global Demand of Instant Noodles Top 15 itu menyuguhkan data dari 2017 hingga 2021. Daftar tersebut merinci China – Hong Kong mengonsumsi 43.990 juta porsi per tahun, sementara Indonesia 13.270 juta porsi per tahun.

Tapi apakah Indonesia merupakan pengimpor gandum dari Rusia dan Ukraina?

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), impor gandum dan meslin Indonesia mencapai 4,359 juta ton dengan nilai USD 1,647 miliar di sepanjang Januari-Mei 2022.

Impor gandum terbesar berasal dari Australia yang mencapai 1,569 juta ton dengan nilai USD 585,6 juta. Adapun volume impor gandum Indonesia dari Negeri Kanguru tersebut mencapai 36 persen dari total keseluruhan impor.

Negara kedua pemasok gandum terbesar yakni Argentina, dengan volume sebanyak 1,409 juta ton senilai USD 497,2 juta. Diikuti Kanada dengan volume mencapai 572,6 ribu ton senilai USD 276,13 juta.

Kemudian, yang berasal dari Brasil seberat 594,26 ribu ton senilai USD 211,23 juta, lalu India mencapai 115,85 juta ton senilai USD 40,47 juta.

Untuk negara lainnya, sumbangsih impor gandum ke Indonesia mencapai 98,15 ribu ton dengan nilai USD 36,9 juta.

Tak hanya gandum, Indonesia juga banyak melakukan impor tepung gandum dan meslin seberat 26,9 ribu ton senilai USD 10,83 juta pada Januari-Mei 2022. Pasokannya berasal dari India, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, dan Jepang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini