Beranda Health Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Praxion Obat Apa?

Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Praxion Obat Apa?

0
Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Praxion Obat Apa?

Theindopost.com- Praxion obat apa? Praxion merupakan salah satu merek dagang dari paracetamol. Obat ini kerap digunakan untuk mengatasi demam dan nyeri pada anak.

Obat bermerek Praxion disorot publik setelah muncul dua kasus baru gagal ginjal akut progesif atipikal (GGPA) di DKI Jakarta, terdiri dari satu kasus konfirmasi dan satu kasus suspek.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, satu kasus konfirmasi gagal ginjal dialami oleh anak-anak berusia 1 tahun.

Anak tersebut meninggal dunia setelah mengalami gejala gagal ginjal akut, termasuk tidak bisa kencing (anuria).

Syahril menuturkan, sang anak sempat diberi paracetamol sirop dengan merek Praxion untuk menurunkan demam.

“Satu Kasus konfirmasi gagal ginjal merupakan anak berusia 1 tahun, mengalami demam pada tanggal 25 Januari 2023, dan diberikan obat sirop penurun demam yang dibeli di apotek dengan merk Praxion,” kata Syahril dalam keterangan resminya, Jumat, 10 Februari 2023.

Sebelumnya, paracetamol sirop dengan merk dagang Praxion telah dinyatakan aman aman dikonsumsi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Berdasarkan hasil verifikasi hasil pengujian bahan baku obat periode 15-27 Desember 2022, Praxion sirop masuk dalam tambahan 176 produk yang telah memenuhi ketentuan, sehingga total obat aman mencapai 508 produk sirup obat dari 49 Industri Farmasi (IF).

Setelah kasus baru GGPA muncul di DKI Jakarta, pemegang izin edar obat Praxion melakukan voluntary recall atau penarikan obat secara sukarela dari pasaran.

Praxion Obat Apa?

Praxion merupakan salah satu merek dagang dari paracetamol sirop. Obat yang diproduksi oleh PT Pharos Indonesia ini biasa digunakan untuk mengatasi demam dan gejala nyeri pada bayi dan anak.

Setidaknya, ada tiga produk obat sirop merek Praxion yang beredar di pasaran, antara lain:

  • Praxion dengan kandungan paracetamol 100 mg/ml, drops, dus, botol @15 ml.
  • Praxion dengan kandungan paracetamol 120 mg/5ml, suspensi, dus, botol Plastik @60 ml.
  • Praxion Forte dengan kandungan paracetamol 250 mg/5ml, suspensi, dus, botol plastik @60 ml.

Obat ini diduga bekerja langsung pada pusat pengaturan suhu yang ada di otak (hipotalamus) untuk menurunkan suhu tubuh ketika seseorang mengalami demam (antipiretik). Selain itu, Praxion yang mengandung paracetamol juga bekerja dengan meningkatkan ambang rangsang rasa sakit (analgetik).

Aturan Pakai Praxion Drops

Praxion drops digunakan untuk mengatasi demam atau gejala nyeri pada anak di bawah dua tahun. Obat ini mengandung paracetamol dengan potensi 100 mg/ml.

Adapun dosisnya sebagai berikut:

  • Bayi di bawah 1 tahun: Dosis 60 mg (alat tetes 0.6 ml), 3-4 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.
  • Anak usia 1-2 tahun: Dosis 60-120 mg (alat tetes 0.6 ml – 1.2 ml), 3-4 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.

Aturan Pakai Praxion Suspensi

Praxion suspensi digunakan untuk mengobati demam dan gejala nyeri pada anak yang berusia 2-5 tahun. Obat ini mengandung paracetamol 120 mg/5ml. Aturan dosisnya, yakni:

  • 0-1 tahun : 1/2 sendok takar (2.5ml)
  • 1-2 tahun : 1 sendok takar (5ml), 3-4 kali sehari
  • 2-6 tahun : 1-2 sendok takar (5-10 ml), 3-4 kali sehari
  • 6-9 tahun : 2-3 sendok takar (10-15 ml), 3-4 kali sehari
  • 9-12 tahun : 3-4 sendok takar (15-20 ml), 3-4 kali sehari

Aturan Pakai Praxion Forte

Sementara Praxion Forte digunakan untuk meredakan demam dan nyeri pada anak usia 6-12 tahun. Obat ini mengandung paracetamol 250 mg/5ml. Untuk dosisnya sebagai berikut:

  • Anak usia 2-5 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), diminum 3-4 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), diminum 3-4 kali sehari
  • Anak usia > 12 tahun: 2-4 sendok takar (10-20 ml), diminum 3-4 kali sehari

Penyimpan Praxion Drops, Praxion Suspensi, dan Praxion Forte dilakukan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping dan Interaksi Obat

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Praxion, yakni:

  • Reaksi hematologi
  • Reaksi kulit dan alergi lainnya
  • Kontraindikasi

Praxion sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang memiliki kondisi:

  • Hipersensitif terhadap paracetamol
  • Penderita gagal hati atau ginjal
  • Interaksi Obat

Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Praxion, antara lain:

  • Alkohol
  • Antikoagulan oral
  • Aspirin
  • Fenobarbital

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Praxion sirup yang mengandung paracetamol, masuk ke dalam kategori B. Artinya tidak menunjukkan risiko janin berdasarkan studi pada reproduksi hewan uji. Kendati demikian, tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Praxion sirop yang dijual di pasaran memiliki label hijau dengan garis batas hitam tegas di sekelilingnya. Artinya, obat ini masuk kategori obat bebas, sehingga bisa dibeli dengan mudah tanpa resep dokter.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini