UGM Mundur dari Proyek Terawan Vaksin Nusantara, Dukung Penuh Vaksin Merah Putih

0
152

Dua nama dari UGM yaitu Dr Jarir At Thobari dan Prof Dr Tri Wibawa masuk dalam bagian penelitian Vaksin Nusantara gagasan eks Menkes Terawan Agus Putranto.

Dr Jarir disebut sebagai anggota tim pengawas sementara Prof Dr Tri Wibawa disebutkan sebagai peneliti utama.

Namun belakangan mereka berdua mundur dari tim penelitian uji klinis vaksin sel dendritik SARS-Cov-2 atau Vaksin Nusantara. Alasannya mereka tidak dilibatkan sama sekali dari awal penelitian. Bahkan hanya sekali ditelepon.

Wakil Dekan FK-KMK UGM Bidang Penelitian dan Pengembangan, dr Yodi Mahendradhata, membeberkan hal ini berbeda sekali dengan dilibatkannya tim UGM di Vaksin Merah Putih besutan Kemenristek. Mereka turut berperan dari awal penelitian.

“Itu (Vaksin Merah Putih) diskusinya sudah cukup lama, koordinasinya cukup intens,” kata Yodi via sambungan telepon, Senin (8/3).

Tak hanya itu, soal Vaksin Merah Putih ini, pertemuan bahkan pernah dilakukan di Yogyakarta. Tim UGM juga sudah berkali-kali bertemu untuk pembahasan.

“Pertemuan juga pernah di Jogja. Beberapa kali pernah diundang. Kalau itu (Vaksin Merah Putih) betul-betul terlibat dari awal gitu dari sejak awal konsorsium digagas,” ujarnya.

Sampai saat ini UGM pun masih terlibat di Vaksin Merah Putih. Komunikasi dan koordinasi pun berjalan dengan baik.

UGM Mundur dari Proyek Terawan Vaksin Nusantara, Dukung Penuh Vaksin Merah Putih (1)
Wakil Dekan FK-KMK UGM Bidang Penelitian dan Pengembangan, dr Yodi Mahendradhata Foto: UGM

“Sampai sekarang masih berjalan. Komunikasi baik koordinasi baik,” ujarnya.

“Berbeda sekali (dengan Vaksin Nusantara). Ya itu tadi tahu-tahu muncul (sebagai anggota peneliti) tanpa ada komunikasi detail,” ujarnya.

UGM memutuskan mundur dari penelitian Vaksin Nusantara sebagai tanggung jawab moril. UGM juga merasa tidak nyaman menjadi bagian dari penelitian tetapi tidak memberikan sumbangsih sana sekali.

“Disebut anggota peneliti kan ada konsekuensinya. Punya tanggung jawab di situ tapi dia kan tidak bisa memerankan tanggungjawabnya kalau tidak tahu menahu yang diteliti itu, tidak tahu sama sekali. Jadi tidak memenuhi syarat sebagai anggota peneliti,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here