Usut Aliran Dana Polisi Tajir dari Bisnis Tambang Ilegal, Bareskrim Bantu Polda Kaltara

0
16

Theindopost.com- Bareskrim Polri siap membantu Polda Kalimantan Utara (Kaltara) dalam mengusut kasus polisi tajir Briptu HBS diduga bos tambang emas ilegal di Sekatak, Kabupaten Bulungan. Pernyataan ini disampaikan Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Agus optimistis Polda Kaltara mampu menuntaskan kasus tersebut. Tetapi bila diperlukan, Bareskrim siap membantu mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan memfasilitasi Laporan Hasil Analisis (LHA) di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPAT).

“Saya rasa Polda Kaltara mampu menuntaskan kasus tersebut. TPPU-nya nanti kami bantu untuk fasilitasi di PPATK untuk LHA nya,” kata, Jumat (13/5/2022).

Dalam mengusut aliran dana Briptu HBS, Kapolda Kaltara bisa langsung meminta pengajuan LHA ke PPATK. Namun bisa juga meminta bantuan Bareskrim Polri yang selalu siap memfasilitasi.

“Permintaan LHA ke PPATK kan bisa langsung diajukan Kapolda. Kalau minta ‘back up’ ya pasti kami bantu,” ujar Agus.

Diketahui, Kapolda Kaltara mengamankan barang bukti kasus tambang emas liar yang dimiliki oknum anggota Polri berinisial HSB di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Briptu HSB diduga terlibat kepemilikan bisnis ilegal seperti baju bekas dan narkotika. Yang kemudian ditemukan 17 kontainer berisi pakaian bekas.

Atas kegiatan ilegal itu, HSB juga dijerat Pasal 112 juncto Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Termasuk Pasal 51 ayat (2) juncto Pasal 2 ayat (3) huruf d Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dari Barang Dilarang Impor, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Briptu HSB juga dijerat Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Atas kasus tambang emas ilegal milik HSB sebelumnya pada 30 April 2022, penyidik telah menangkap 5 orang lain yakni MI (koordinator), HS alias Eca (mandor), M alias Maco (penjaga bak), BU (sopir), dan I (sopir truk sewaan).

Adapun alat bukti yang sudah diamankan mencakup 3 unit ekskavator, 2 unit truk, 4 drum sianida dan 5 karbon perendaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here