Viral Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet, Ini Penjelasan Ahli

0
112

Belakangan ini beredar sejumlah video di media sosial yang menunjukkan seseorang meletakkan koin uang Rp1000 di lengan bekas suntikan vaksinasi Covid-19. Hasilnya, koin itu menempel lalu menyebarkan narasi bahwa vaksin Covid-19 mengandung mikrochip magnetis.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, persoalan ini perlu dikaji dengan baik. Dia menjelaskan, lubang jarum suntik sangat kecil sehingga tidak ada partikel magnetik yang bisa melewati.

“Vaksin berisi protein, garam, lipid, pelarut, dan tidak mengandung logam. Jadi perlu dijelaskan bahwa berita itu hoax,” katanya dilansir Kemenkes, Jumat (28/5).

Sementara itu, Jubir vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, menuturkan, vaksin mengandung bahan aktif dan nonaktif. Bahan aktif berisi antigen dan bahan no aktif berisi zat untuk menstabilkan serta menjaga kualitas vaksin agar saat disuntikkan masih baik.

Adapun jumlah cairan yang disuntikkan hanya 0,55 cc dan akan segera menyebar di seluruh jaringan sekitar, sehingga tidak ada cairan yang tersisa.

“Sebuah logam dapat menempel di permukaan kulit yang lembab biasanya disebabkan keringat. Pecahan uang logam seribu rupiah terbuat dari bahan nikel dan nikel bukan bahan yang bisa menempel karena daya magnet,” ujarnya.

Karena itu, menurut Nadia, narasi yang menyebutkan vaksin Covid-19 mengandung mikrochip magnetis adalah tidak benar. Dia meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar hoaks tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here